Masyarakat Desa Metulang Sambut Majau Padi 2026 di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem
Ditulis Oleh : Cera Oktaviana
Musim
panen padi atau “Majau” dalam bahasa kenyah sudah dimulai dari awal februari
2026. Terkhusus Desa Metulang dan Desa Long Ampung yang ada di Kecamatan Kayan Selatan, saat ini para
petani yang paling awal memanen sedang mengejar waktu kemantangan padi yang
pas, selain itu juga menghindari patahnya batang padi jika dibiarkan terlalu
lama.
Jika
padi yang sudah siap panen dibiarkan terlalu lama dibatangnya akan patah serta
jatuh ke tanah. Yang mana hal ini bisa mempengaruhi kualitas beras yang
dihasilkan, juga mempengaruhi kuantitas hasil panen petani.
Selain
mengejar kematangan padi yang pas, terdapat kendala yang dihadapi oleh petani
pada musim panen padi kali ini, yaitu kondisi cuaca yang mendung dan sering turun hujan. Pada minggu
terakhir bulan februari 2026, dipenuhi dengan tingginya intensitas hujan yang
turun. Bagi petani, kondisi ini sangat
berdampak besar terhadap proses panen dan pengolahan padi itu sendiri. Jika
petani memaksa memanen pada saat hujan dan tidak segera dijemur, maka akan
mengakibatkan pengolahan menjadi lebih lama dan kualitas padi tentunya menurun.
Di
Kayan Selatan sendiri, kebanyakan yang sedang atau sudah memanen padi adalah
petani yang membuat ladang padi gunung, sedangkan lahan sawah kebanyakan masih
belum siap panen. Hal ini bisa terlihat dari lahan sawah masyarakat yang masih
menghijau. Bagi sebagian petani yang belum siap panen, perkiraan puncak panen
tahun ini akan terjadi pada bulan Maret hingga April 2026.
Baca juga:
POLA PERTANIAN DI DESA METULANG
POLA PERTANIAN DI DESA METULANG