Masyarakat Desa Metulang Sambut Majau Padi 2026 di Tengah Tantangan Cuaca Ekstrem

1772010701545.jpeg

Ditulis Oleh : Cera Oktaviana

Musim panen padi atau “Majau” dalam bahasa kenyah sudah dimulai dari awal februari 2026. Terkhusus Desa Metulang dan Desa Long Ampung yang  ada di Kecamatan Kayan Selatan, saat ini para petani yang paling awal memanen sedang mengejar waktu kemantangan padi yang pas, selain itu juga menghindari patahnya batang padi jika dibiarkan terlalu lama.

Jika padi yang sudah siap panen dibiarkan terlalu lama dibatangnya akan patah serta jatuh ke tanah. Yang mana hal ini bisa mempengaruhi kualitas beras yang dihasilkan, juga mempengaruhi kuantitas hasil panen petani.

Selain mengejar kematangan padi yang pas, terdapat kendala yang dihadapi oleh petani pada musim panen padi kali ini, yaitu kondisi cuaca yang  mendung dan sering turun hujan. Pada minggu terakhir bulan februari 2026, dipenuhi dengan tingginya intensitas hujan yang turun.  Bagi petani, kondisi ini sangat berdampak besar terhadap proses panen dan pengolahan padi itu sendiri. Jika petani memaksa memanen pada saat hujan dan tidak segera dijemur, maka akan mengakibatkan pengolahan menjadi lebih lama dan kualitas padi tentunya menurun.

Di Kayan Selatan sendiri, kebanyakan yang sedang atau sudah memanen padi adalah petani yang membuat ladang padi gunung, sedangkan lahan sawah kebanyakan masih belum siap panen. Hal ini bisa terlihat dari lahan sawah masyarakat yang masih menghijau. Bagi sebagian petani yang belum siap panen, perkiraan puncak panen tahun ini akan terjadi pada bulan Maret hingga April 2026. 

Bagikan post ini: