Mengalami Belas Kasih Ilahi: OMK dan Misdinar Paroki Apau Kayan Memperdalam Spiritualitas Melalui Re

1777441933238.jpeg

Ditulis Oleh : Cera Oktaviana

Orang Muda Katolik (OMK) dan Misdinar Paroki Santo Lukas Long Ampung menyelenggarakan kegiatan retret bersama pada Senin, 23 Maret 2026. Bertempat di Gereja Santo Lukas Long Ampung, kegiatan bertema "Mengalami Belas Kasih Ilahi" ini dihadiri oleh 22 peserta dari Stasi Santa Sisilia, didampingi oleh tuan rumah OMK Santo Lukas yang turut terlibat aktif. Meskipun rekan-rekan dari Stasi Santo Petrus berhalangan hadir, suasana tetap terasa khidmat saat Pastor Bala Joji membuka sesi pertama dengan refleksi diri singkat di dalam gereja. Selama kegiatan berlangsung, seluruh peserta diminta untuk berpantang menggunakan ponsel dan tidak merokok guna menjaga kekhusyukan suasana spiritual.

​            Setelah waktu istirahat, kegiatan memasuki inti retret yaitu sakramen pengakuan dosa. Tradisi ini menjadi momen krusial bagi setiap umat Katolik dalam menyambut hari raya besar, sekaligus sebagai pengingat bahwa manusia adalah sosok lemah yang tidak luput dari kesalahan. Melalui pengakuan ini, peserta diajak untuk melepaskan keangkuhan dan menyadari pentingnya belas kasih Tuhan dalam kehidupan. Sambil menunggu giliran pengakuan dosa, suasana tetap terjaga dalam doa dan nyanyian pujian yang dipandu oleh suster, menciptakan ruang meditatif bagi setiap peserta sebelum akhirnya ditutup dengan makan siang bersama yang penuh keakraban.

​            Memasuki sesi siang, keceriaan pecah saat Suster Namita mengambil alih kegiatan dengan berbagai fun games yang telah dipersiapkan. Seluruh OMK dan misdinar membaur tanpa sekat, belajar, tertawa, hingga menari bersama sebagai bentuk sukacita iman. Dalam sesi berbagi, Suster juga menanyakan perasaan peserta pasca-pengakuan dosa, yang rata-rata dijawab dengan perasaan lega dan beban yang terasa lebih ringan. Semangat kekeluargaan ini menjadi bukti nyata bahwa spiritualitas tidak hanya dibangun melalui keheningan, tetapi juga melalui kegembiraan bersama dalam komunitas yang solid.

​            Pada sesi penutup, Pastor Bala Joji menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh peserta dan panitia yang telah meluangkan waktu demi kelancaran acara. Beliau menekankan bahwa retret ini merupakan momentum penting untuk mempersiapkan diri secara spiritual menyambut Hari Raya Paskah. Pastor juga mengingatkan bahwa kehadiran serta partisipasi aktif orang muda sangatlah vital, baik dalam kehidupan menggereja maupun di tengah masyarakat luas. Kegiatan berakhir dengan lancar, meninggalkan kesan mendalam bagi para pemuda di wilayah Apau Kayan untuk terus bertumbuh dalam iman dan kasih.

Bagikan post ini: