UMAN JENAI, PESTA BUDAYA DAYAK KENYAH DIGELAR DI DESA METULANG DAN DESA LONG AMPUNG 2026

1770521494530.jpeg

Ditulis oleh : Cera Oktaviana 

Tradisi Uman Jenai merupakan pesta budaya tahunan yang dilaksanakan oleh suku dayak kenyah, khususnya Desa Long Ampung dan Desa Metulang, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau pada Jumat, 6 Februari 2026. Tradisi ini  sebagai symbol yang melambangkan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang melimpah.

Kata uman jenai merupakan bahasa kenyah yang terdiri dari kata Uman yang berarti makan, Jenai berarti beras ketan/ beras pulut yang dimasak didalam bambu. Secara umum, Uman Jenai merupakan ungkapan syukur semua masyarakat atas hasil panen yang melimpah.

Pesta uman jenai  dilaksakan di balai Adat Desa Long Ampung, dengan mengumpulkan semua lapisan masyarakat untuk duduk bersama mendengarkan arahan dan ceramah yang disampaikan oleh Orang Tua, Kepala Adat Desa, Kepala Desa sekecamatan Kayan Selatan, dan Camat Kayan Selatan.

Acara Uman Jenai diawali dengan tarian yang sudah disiapkan oleh setiap RT yang ada di Desa Long Ampung dan Desa Metulang. Mulai dari menampilkan Datun Julut (Tari Panjang), Kendau, Lemalo, dan tari hudoq.

Satu tarian yang hanya dibawakan pada saat pesta panen adalah tarian Hudoq. Tarian ini merupakan bentuk pengusiran terhadap burung burung pemakan padi dan hama yang merusak tanaman di ladang. Tarian hudoq ini memiliki aksesories yang unik dimana penari memakai penutup kepala yang terbuat dari Ta’a (Rok Menari) yang warna warni, dilengkapi kirip dibagian atas kepala. Hal ini bertujuan untuk menarik perhatian dari hama dan burung burung agar takut dan pergi tidak menggangu padi dan tamanan di ladang.

Hal wajib lain yang tak perna ketinggalan dalam pesta uman jenai adalah Tebengen Udip. Tebengen Udip sendiri terbuat dari satu batang panjang sekitar 1 meter dan dihiasi dengan manik manik, kirip dua lapis yang mengelilingi batang tersebut, lalu bagian bawah disambung oleh satu urung  yang diisi rokok dan bagian paling bawahnya disambungkan dengan gantungan nampan kecil yang diisi manisan dan cemilian. Pada pesta panen setiap RT, Baik RT 1,2,dan 3 Desa Long Ampung dan RT 1 dan 2 Desa Metulang membuat Tebengen Udip dan digantung di tengah tengah Balai Desa, dan diturunkan sebelum pembagian Jenai.

Menariknya pada Pesta Uman Jenai tahun ini bertepatan dengan musim buah yang matang, panitia acara memanfaatkan buah buahan yang matang untuk mendekorasi seisi Balai Desa dengan memajangnya. Yang mana buah buah ini bebas dinikmati oleh setiap orang yang hadir. Buah Uncing menjadi buah paling menarik perhatian masyarakat karena belum selesai acara, buah tersebut sudah habis diambil dan dimakan oleh masyarakat yang hadir.

Bagikan post ini: