UMAN JENAI, PESTA BUDAYA DAYAK KENYAH DIGELAR DI DESA METULANG DAN DESA LONG AMPUNG 2026
Ditulis oleh : Cera Oktaviana
Tradisi Uman Jenai merupakan pesta budaya tahunan yang
dilaksanakan oleh suku dayak kenyah, khususnya Desa Long Ampung dan Desa
Metulang, Kecamatan Kayan Selatan, Kabupaten Malinau pada Jumat, 6 Februari
2026. Tradisi ini sebagai symbol yang
melambangkan ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen padi yang
melimpah.
Kata uman jenai merupakan bahasa kenyah yang terdiri dari kata
Uman yang berarti makan, Jenai berarti beras ketan/ beras pulut
yang dimasak didalam bambu. Secara umum, Uman Jenai merupakan ungkapan syukur
semua masyarakat atas hasil panen yang melimpah.
Pesta uman jenai
dilaksakan di balai Adat Desa Long Ampung, dengan mengumpulkan semua lapisan
masyarakat untuk duduk bersama mendengarkan arahan dan ceramah yang disampaikan
oleh Orang Tua, Kepala Adat Desa, Kepala Desa sekecamatan Kayan Selatan, dan
Camat Kayan Selatan.
Acara Uman Jenai diawali dengan tarian yang sudah disiapkan
oleh setiap RT yang ada di Desa Long Ampung dan Desa Metulang. Mulai dari
menampilkan Datun Julut (Tari Panjang), Kendau, Lemalo, dan tari hudoq.
Satu tarian yang hanya dibawakan pada saat pesta panen adalah
tarian Hudoq. Tarian ini merupakan bentuk pengusiran terhadap burung burung
pemakan padi dan hama yang merusak tanaman di ladang. Tarian hudoq ini memiliki
aksesories yang unik dimana penari memakai penutup kepala yang terbuat dari
Ta’a (Rok Menari) yang warna warni, dilengkapi kirip dibagian atas kepala. Hal ini
bertujuan untuk menarik perhatian dari hama dan burung burung agar takut dan
pergi tidak menggangu padi dan tamanan di ladang.
Hal wajib lain yang tak perna ketinggalan dalam pesta uman
jenai adalah Tebengen Udip. Tebengen Udip sendiri terbuat dari satu batang
panjang sekitar 1 meter dan dihiasi dengan manik manik, kirip dua lapis yang
mengelilingi batang tersebut, lalu bagian bawah disambung oleh satu urung yang diisi rokok dan bagian paling bawahnya
disambungkan dengan gantungan nampan kecil yang diisi manisan dan cemilian.
Pada pesta panen setiap RT, Baik RT 1,2,dan 3 Desa Long Ampung dan RT 1 dan 2
Desa Metulang membuat Tebengen Udip dan digantung di tengah tengah Balai Desa,
dan diturunkan sebelum pembagian Jenai.
Menariknya pada Pesta Uman Jenai tahun ini bertepatan dengan musim buah yang matang, panitia acara memanfaatkan buah buahan yang matang untuk mendekorasi seisi Balai Desa dengan memajangnya. Yang mana buah buah ini bebas dinikmati oleh setiap orang yang hadir. Buah Uncing menjadi buah paling menarik perhatian masyarakat karena belum selesai acara, buah tersebut sudah habis diambil dan dimakan oleh masyarakat yang hadir.